Baru saja
menyaksikan sebuah film korea berjudul Mom. Film yang begitu menyentuh. Menceritakan
seorang ibu yang berusaha melindungi dan menjaga anaknya. Walaupun anakknya
kadang malu atau kesal terhadap ibunya, namun ibu selalu bersama, melindungi, dan
menjaga sekuat tenaga. Hingga sang anak pergi mendahului ibunya pergi ke alam
baka. Namun ibunya tetap berusaha hidup demi anknya. Dia tidak ingin
mensia-siakan hidupnya, hingga dia berharap nanti kalau dia menyusul ke alam
sana dia berharap bisa berjumpa dengan anaknya kembali. Oh sunggh mulianya
seorang ibu.
Apa yang
selalu dilakukan ibu? Berhemat, hidup sederhana, dan memilih untuk tidak
mempunyai apa-apa asal anaknya sukses dan bisa sekolah. Menyisihkan sedikit
uang agar dapat digunakan oleh anakknya atau sekedar member uang jajan. Semua itu
dilakukan oleh seorang ibu. Seorang Ibu jika melihat anaknya sakit atau
menderita, beliau tidak akan tega. Hatinya akan lebih sakit daripada anaknya
yang merasa sakit. Beliau rela menukarkankan dirinya untuk sakit yang di derita
oleh anaknya. Namun apa yang telah aku lakukan? Hanya membuat beliau sakit. Membantah, mengeluh, Ohh,, maafkanlah anakmu
ini.
Sebagai
anak, kita malah malu, dan menganggap tindakannnya kampungan. Astagfirulloh.
Ibu yang telah melahirkan dan melindungi kita. Ibu yang telah membesarkan kita.
Ibu yang telah memberikan segalanya pada kita. Berbaktilah, jangan membuatnya bersedih. Jika
dia bersedih maka hatinya hancur. Ibu maafkanlah anakmu yang belum bisa berbuat
apa-apa. Belum bisa merasakan seberat apa itu melahirkan, sekeras apa
membesarkan seorang anak, dan sesakit apa mendewasakan seorang anak. Sebagai
anak kita hanya bisa mengeluh dan menyalahkan keadaan, tanpa tahu betapa
beratnya perjuangan seorang ibu. Terimakasih ibu, telah menjadi bagian dari
hidupku. Telah merawat dan membesarkanku hingga aku bisa melangkah sejauh ini.
Namun, belum ada kata terimakasih yang tergambar dalam sikap ku selama ini. Aku
akan berusaha untuk jadi yang terbaik dalam hidupmu. Berusaha menjadi anugrah
terindah yang pernah kau miliki bu. Mungkin aku tidak akan bisa membayar semua
air mata kau tumpahkan selama ini, atau membayar semua pengorbanan materiil dan
non materiil itu. Kekesalan yang aku buat pasti telah membuat hati mu hancur
bu. Semuanya pasti akan aku bayar, namun hatiku masih bertanya apa aku bisa?
Aku tahu bahwa memiliku merupakan suatu anugrah dan aku tahu juga bahwa
memiliku merupakan suatu beban. Ibu… aku mencintaimu dan akan selalu
mencintaimu hingga akhir hayatku. Terimakasih ibu.
Hayoh sebera sering kita ngomong I love you sama ibuk kita?
BalasHapusso touchy :')
BalasHapusLah... kamu kan udah tau cerita ini film. Tp walaupun begitu ini sangat menyentuh
Hapus