Kamis, 11 April 2013

mom, i love you



Baru saja menyaksikan sebuah film korea berjudul Mom. Film yang begitu menyentuh. Menceritakan seorang ibu yang berusaha melindungi dan menjaga anaknya. Walaupun anakknya kadang malu atau kesal terhadap ibunya, namun ibu selalu bersama, melindungi, dan menjaga sekuat tenaga. Hingga sang anak pergi mendahului ibunya pergi ke alam baka. Namun ibunya tetap berusaha hidup demi anknya. Dia tidak ingin mensia-siakan hidupnya, hingga dia berharap nanti kalau dia menyusul ke alam sana dia berharap bisa berjumpa dengan anaknya kembali. Oh sunggh mulianya seorang ibu.

Apa yang selalu dilakukan ibu? Berhemat, hidup sederhana, dan memilih untuk tidak mempunyai apa-apa asal anaknya sukses dan bisa sekolah. Menyisihkan sedikit uang agar dapat digunakan oleh anakknya atau sekedar member uang jajan. Semua itu dilakukan oleh seorang ibu. Seorang Ibu jika melihat anaknya sakit atau menderita, beliau tidak akan tega. Hatinya akan lebih sakit daripada anaknya yang merasa sakit. Beliau rela menukarkankan dirinya untuk sakit yang di derita oleh anaknya. Namun apa yang telah aku lakukan? Hanya membuat beliau sakit.  Membantah, mengeluh, Ohh,, maafkanlah anakmu ini.

Sebagai anak, kita malah malu, dan menganggap tindakannnya kampungan. Astagfirulloh. Ibu yang telah melahirkan dan melindungi kita. Ibu yang telah membesarkan kita. Ibu yang telah memberikan segalanya pada kita.  Berbaktilah, jangan membuatnya bersedih. Jika dia bersedih maka hatinya hancur. Ibu maafkanlah anakmu yang belum bisa berbuat apa-apa. Belum bisa merasakan seberat apa itu melahirkan, sekeras apa membesarkan seorang anak, dan sesakit apa mendewasakan seorang anak. Sebagai anak kita hanya bisa mengeluh dan menyalahkan keadaan, tanpa tahu betapa beratnya perjuangan seorang ibu. Terimakasih ibu, telah menjadi bagian dari hidupku. Telah merawat dan membesarkanku hingga aku bisa melangkah sejauh ini. Namun, belum ada kata terimakasih yang tergambar dalam sikap ku selama ini. Aku akan berusaha untuk jadi yang terbaik dalam hidupmu. Berusaha menjadi anugrah terindah yang pernah kau miliki bu. Mungkin aku tidak akan bisa membayar semua air mata kau tumpahkan selama ini, atau membayar semua pengorbanan materiil dan non materiil itu. Kekesalan yang aku buat pasti telah membuat hati mu hancur bu. Semuanya pasti akan aku bayar, namun hatiku masih bertanya apa aku bisa? Aku tahu bahwa memiliku merupakan suatu anugrah dan aku tahu juga bahwa memiliku merupakan suatu beban. Ibu… aku mencintaimu dan akan selalu mencintaimu hingga akhir hayatku. Terimakasih ibu.

3 komentar:

  1. Hayoh sebera sering kita ngomong I love you sama ibuk kita?

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. Lah... kamu kan udah tau cerita ini film. Tp walaupun begitu ini sangat menyentuh

      Hapus