Jumat, 12 April 2013

Teruslah Berjuang Kawan



Perjuangan itu

Sebuah perjuangan itu membutuhkan banyak darah, keringat dan pengorbanan. Bukankan perjuangan meminta semua yang ada pada diri kita? So? Apa yang kamu pikirkan apa kamu pernah berjuang untuk sesuatu? Berjuang untuk bangun pagi? Atau berjuang untuk tidak telat masuk kelas? Atau lebih berat yaitu berjuang meraih cinta seseorang?

Yah, memang kesemuanya itu bisa dikatakan sebagai sebuah perjuangan. Namun itu belum seberapa dengan orang-orang di luar sana yang tidak kita ketahui. Mereka berjuang lebih dari itu sob. Coba lihat saja seseorang memperjuangkan hidupnya mencari nafkah. Rela melakukan apapun demi sesuap nasi. Itu yang dinamakan berjuang yang sesungguhnya. Tentu saja, mereka berusaha keras dan sunggguh-sungguh tentunya. Pantang menyerah motonya, dan pejuang julukannya. Tak hanya berjuang meraih sesuatu itu, mereka berusaha keras, tak takut walau ayal menghayal. Tak ada satupun yang bisa menghalangi mereka. Selau optimis dan berpikiran positif. 

Coba deh kita berkaca sama diri kita, sebegitukah perjuangan kita?  sudah cukupkan kita dikatakan berjuang demi sesuaatu atau di beri julukan sebagai pejuang? Kena angin sedikit saja mungkin kita akan mudah goyah dan putus asa. Itu bukanla sebuah perjuangan sob. Atau mungkin kamu sudah bekerja keras dan mencurahkan semua, tapi kamu pesimis? Kamu berpikir negative bahwa di tengah jalan kamu akan kalah atau kamu akan tesandung? Atau kamu takut dicela karna usahamu itu? Di kiraiin kamu lagi menghayal atau dikiraiin perjuanganmu sia-sia? Terus kamu nyerah gitu aja? itu bukan pejuang namanya, itu kamu baru di sebuat pejuang tempe yang keras tapi sebenarnya lembek, walaupun kalo di goreng enak juga sih rasanya, tapi masak iya sih kamu mau jadi mental tempe kayak gitu?

Berusaha semampunya itu memang boleh tapi jangan sampai kita menyerah sebelum tahu hasilnya. Perjuangan tidak akan berhenti sampai kita tahu hasilnya. Jangan sok jadi peramal deh, kamu udah sok memprediksi tentang hasil yang kamu raih. Karna perjuangan itu bukan dinilai dari seberapa banyak atau seberapa sukses kamu, tapi yang terpenting adalah proses dan usahanya sob. Entah hasil itu menyakitkan atau menyenangkan namun usaha yang kita lakukan cukuplah membayar semuanya itu. Jadi semua perjuangan jangan dinilai materiil ya!! Perjuangan itu dinilai seberapa jauh kita bersyukur dan memaknai usaha yang telah kita lakukan. Gimana sob?

Namun perlu kita ketahui bahwa suatu perjuangan itu tidak bisa dilakukasn sendiri, walaupun  itu bisa tapi pasti kurang maksimal. Hmm.. misalnya kita butuh teman, keluarga, dan orang-orang di sekitar kita untuk membantu kita. Mungkin kita merasa berjuang sendiri, tapi coba kita tengok lagi deh. Mereka punya peran masing-masing dalam membatu usaha kita, walupun itu tidak secara langsung. Misalnya, mereka memberi masukan, menyediakan perlengkapan, kritikan pedas, ejekan, atau dukungan. Namun semua akan memberi kebermanfaatan bagi kita, kita akan lebih termotivasi dan merasa lebih hidup lagi karena di beri tantangan alias perjuangan kita itu gak datar-datar amat gitu. Ingat Life is never flat (kayak iklan aja). Selain itu jangan merasa kamu bisa melakukannya sendiri tanpa bantuan orang lain. Karena semua itu perlu masukan bimbingan dari orang lain. Berusahalah bekerjasama dengan orang lain. Kamu itu bukan makhluk individu yang bekerja sendiri tapi kamu adalah makhluk social yang selalu berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Jadi terbukalah dengan orang lain. Eitss,,, tapi jangan main bukak-bukakan yah!!!

So, jangan lupain orang-orang di sekitar kita yah, mereka yang telah membantu usaha dan perjuangan kita. Walaupun itu hanya sekedar doa, tapi kita harus tetap bersyukur memiliki mereka. Bagaimana kita membalas semua kebaikan mereka? Tergantung kita sih mau mbalas pake apa, yang penting doaiin mereka juga. Doa seorang saudara/ sahabat yang seorang yg kita doakan itu tidak mengetahuinya maka doa kita aka di ijabahi loh. Tunggu apa lagi sob?

Gimana sob? Udah siapin amunisi buat perjuangan kamu? Siapin segala senjata dan benteng yang kuat. Buat kamu yang memperjuangin cita-cita,  perjuangan meraih asa, atau apapun itu. Jangan mudah nyerah dan putus asa yah! Ada orang-orang disamping kamu yang siap bantu kamu. Selain itu di butuhkan usaha keras dan mental yang kuat untuk meraihnya. Jangan cumin bisanya merengek dan bilang nyerah. Tunjukin dirimu buat jadi pejuang sejati dan Pejuang cita-cita yang sesungguhnya. Never give up guys. Keep it rock.

Kamis, 11 April 2013

mom, i love you



Baru saja menyaksikan sebuah film korea berjudul Mom. Film yang begitu menyentuh. Menceritakan seorang ibu yang berusaha melindungi dan menjaga anaknya. Walaupun anakknya kadang malu atau kesal terhadap ibunya, namun ibu selalu bersama, melindungi, dan menjaga sekuat tenaga. Hingga sang anak pergi mendahului ibunya pergi ke alam baka. Namun ibunya tetap berusaha hidup demi anknya. Dia tidak ingin mensia-siakan hidupnya, hingga dia berharap nanti kalau dia menyusul ke alam sana dia berharap bisa berjumpa dengan anaknya kembali. Oh sunggh mulianya seorang ibu.

Apa yang selalu dilakukan ibu? Berhemat, hidup sederhana, dan memilih untuk tidak mempunyai apa-apa asal anaknya sukses dan bisa sekolah. Menyisihkan sedikit uang agar dapat digunakan oleh anakknya atau sekedar member uang jajan. Semua itu dilakukan oleh seorang ibu. Seorang Ibu jika melihat anaknya sakit atau menderita, beliau tidak akan tega. Hatinya akan lebih sakit daripada anaknya yang merasa sakit. Beliau rela menukarkankan dirinya untuk sakit yang di derita oleh anaknya. Namun apa yang telah aku lakukan? Hanya membuat beliau sakit.  Membantah, mengeluh, Ohh,, maafkanlah anakmu ini.

Sebagai anak, kita malah malu, dan menganggap tindakannnya kampungan. Astagfirulloh. Ibu yang telah melahirkan dan melindungi kita. Ibu yang telah membesarkan kita. Ibu yang telah memberikan segalanya pada kita.  Berbaktilah, jangan membuatnya bersedih. Jika dia bersedih maka hatinya hancur. Ibu maafkanlah anakmu yang belum bisa berbuat apa-apa. Belum bisa merasakan seberat apa itu melahirkan, sekeras apa membesarkan seorang anak, dan sesakit apa mendewasakan seorang anak. Sebagai anak kita hanya bisa mengeluh dan menyalahkan keadaan, tanpa tahu betapa beratnya perjuangan seorang ibu. Terimakasih ibu, telah menjadi bagian dari hidupku. Telah merawat dan membesarkanku hingga aku bisa melangkah sejauh ini. Namun, belum ada kata terimakasih yang tergambar dalam sikap ku selama ini. Aku akan berusaha untuk jadi yang terbaik dalam hidupmu. Berusaha menjadi anugrah terindah yang pernah kau miliki bu. Mungkin aku tidak akan bisa membayar semua air mata kau tumpahkan selama ini, atau membayar semua pengorbanan materiil dan non materiil itu. Kekesalan yang aku buat pasti telah membuat hati mu hancur bu. Semuanya pasti akan aku bayar, namun hatiku masih bertanya apa aku bisa? Aku tahu bahwa memiliku merupakan suatu anugrah dan aku tahu juga bahwa memiliku merupakan suatu beban. Ibu… aku mencintaimu dan akan selalu mencintaimu hingga akhir hayatku. Terimakasih ibu.

Minggu, 07 April 2013

Euphoria Mapres



Euphoria Mapres

Apa sih itu Mapres?penting ya? Manfaatnya apa? Lah kalo kepilih emang terus ngapain? Ada hadiahnya? Gedhe hadiahnya gak sih? (terbesit beberapa pertanyaan dipikiranku apa itu sebenarnya mapres itu)
Mapres (mahasiswa berprestasi) sebutan bagi anak yang punya segudang prestasi yang gak hanya berprestasi dalam akademik namun juga aktif dalam kegiatan lain. Mapres juga di tuntut untuk memberikan suatu kontribusi lebih, yang nantinya akan bermanfaat bagi masyarakat banyak. Contohnya bisa dibuktikan dengan membuat suatu karya yaitu berupa karya tulis yang nantinya akan di presentasikan dan di wujudkan oleh si Mapres itu (itu definisi menurut ku loh). Sehingga seseorang yang memenuhi persyaratan itu layak untuk diberi sabetan #eh maksudnya sebutan “Mapres”.

Keren banget yah seandainya kamu kepilih jadi Mapres. Itu artinya kamu benar-benar berprestasi dan benar-benar teruji bener deh kualitasnya. Karena seorang Mapres itu bukanlah seorang mahasiswa yang kerjaannya kampus-kos-kantin, tapi dia yang benar-benar aktif dan berprestasi loh. Berat yah jadi mapres itu? So, jadi mapres itu bukanlah hal yang gampang, di butuhkan usaha yang sangat keras dan juga segudang prestasi untuk menunjangnya. Hayoh????

Dulu waktu semsester 1 Pernah terbesit sih di pikiranku pengen menjadi atau berjuluk sebagai Mapres, sampai-sampai seribu kegiatan di kampus aku ikuti untuk meraih impian jadi mapres. Namun sayangnya karena terlalu bersemangat di awal, endingnya malah jadi gak bagus. Karna susahnya untuk mengatur jadwal kuliah dan kegiatan akhirnya malah akademiknya keteteran alias berantakan. Padahal kan Mapres itu ditntut untuk jadi anak yang unggul dalam prestasi, misalnya di tunjukkan dengan IPK nya bagus. Hmm… ya sudahlah impian untuk jadi Mapres pun aku kubur hidup-hidup dalam suatu lahan tanah kosong tak berpenghuni (hahahaha).
Suatu hari, ada isu gemoar-gemparnya nih soal mapres. Buat angkatanku yaitu 2010 ini merupakan kesempatan Emas karna ini merupakan saatnya untuk angkatan 2010 untuk menjadi kandidat Mapres. Se-isi jurusan bahasa inggris udah pada gempar nih soal isu tersebut soal siapa yang bakalan maju jadi  mapres Jurusan bahasa inggris. Mereka udah main tebak aja siapa yang bakalan jadi Mapres jurusan. Udah kayak peramal aja mereka menebaknya (hahaha). Namun walaupun ada beberapa mahasiswa yang cukup berprestasi, mereka harus melakukan tahap selesksi dulun tingkat jurusan, nah loh kapok kan. Cukup bisa di tebak siapa yang bakalan daftar. Kalo aku sih slow down aja kayak di pantai, kan aku udah gak punya keinginan lagi.

Jumat pagi, Bunyi sms berdering hari itu ketika aku bersantai di rumah menikmati liburan. “mbak, Gak ikut seleksi Mapres? ikut yah!. Siapkan berkas dan coba buat karya tulis ilmiah. Berkas yang di kumpuln berupa sertifikat juara, di kumpulkan hari senin ya mbk.” Shock setengah mati membaca Sms singkat tapi padat itu, kenapa aku harus ikut. Padahal aku tidak punya keinginan untk mendaftarkan diri jadi mapres. Tapi entah mengapa saat ku ambi HP dan ku jawab sms itu dengan kata iya saya daftar. Nah loh, gimana ceritanya aku menerima ajakan untuk daftar jadi Mapres. Padahal karya tulis aja belum di buat, sertifikat juara pun tidak punya. Dan waktu yang tersisa hanya 3 hari. Gimana caranya semua ini bisa terwujud. Namun hati kecil ku tetap berpikir bahwa aku pasti bisa.

Berbagai tekanan antar beberapa pihak soal pengajuan naman pendaftar mapres pun bermunculan. Ketika karya tulis belum di buat namun mereka memaksa ku untuk segera menyelesaikan Karya tulis itu dengan singkat. Mulai dari ibu, Bapak, teman, kakak, tukang bubur, tukang semir tetangga (apa hubungannya yah?), sepertinya mereka memaksaku untuk segera menyelesaikan Karya tulis yang akan diajukan. Alhasil aku malah stress dan frustasi. Melihat teman-teman ku yang selangkah lebih maju itu membuat hatiku sakit dan merana. Apa iya aku harus maju ikut seleksinya? Hati ku selalu bertanya-tanya. Namun orang-orang di sekitarku yang senantiasa menyemangatiku membuat aku terus maju. Alhasil dengan waktu yang singkat aku dapat menyelesaikan karya tulisku. Walaupun tidak bagus-bagus amat namun aku cukup puas dengan karya tulis ku ini. Semua ini karna bantuan teman-teman yang berada di sampingku. Bersama-sama tidak tidur selama 2 hari untuk menyelesaikan karya tulis itu.

Perjuangan tidak sampai pada pembuatan karya tulis, namun juga presentasi yang harus disiapkan. Presentasi ini akan lebih susah karena kita akan berhadapan dengan dewan juri yang akan menilai hasil karya tulis kita. Yah akhirnya karya tulis ku di bantai habis-habisan. Teringat salah satu kata juri yang mengatakan bahwa karya tulis itu harus  membuat juri berkata “WOW” tapi sayang karya tulis ini tidak WOW. Yah yang penting kan saya sudah berusaha pak. No matter ini jelek atau bagus kan yang penting karya sendiri.
Kita berlima (ayufi, sakilah, agus, rizki, dan isti) selesai presentasi dalam rangka seleksi mapres Jurusan bahasa inggris. Aroma persainganpun tercium, tapi itu bukan dari aku, karena aku cuman jadi pesrta penggembira saja., yang penting ngumpulin karya tulis. Pengumuman pun langsung di umumkan. Dari awal kita sudah memprediksi. Siapa yang akan jadi juara, jadi tidak ada yang di kagetkan. Yang dikagetkan hanyalah aku yang tiba-tiba ikut Seleski Mapres. Pengalaman yang begitu mengesankan mempersiapkan diri untuk seleksi Mapres dan tidak tidur berhari-hari. Semua itu terbayar ketika teman ku menjadi salah satu wakil yang terpilih itu sudah cukup. Sakilah Bewafa dan Agus Widodo terpilih menjadi Mapres jurusan. Semua perjuangan ini akan menjadi suatu titik perubahan yang nantinya bisa menjadi bahan untuk mempersiapkan hal-hal yang luar biasa. 

Semua ini tidak akan sia-sia.  Terimakasih kawan atas dukungan dan bantuan yang telah di berikan. Langkahku tidak akan berhenti sampai disini. Kesempatan emas masih menunggu di depan sana. Aku akan berprestasi dengan jalanku sendiri. Meraih gelar prestasi itu pasti.