Minggu, 07 April 2013

Euphoria Mapres



Euphoria Mapres

Apa sih itu Mapres?penting ya? Manfaatnya apa? Lah kalo kepilih emang terus ngapain? Ada hadiahnya? Gedhe hadiahnya gak sih? (terbesit beberapa pertanyaan dipikiranku apa itu sebenarnya mapres itu)
Mapres (mahasiswa berprestasi) sebutan bagi anak yang punya segudang prestasi yang gak hanya berprestasi dalam akademik namun juga aktif dalam kegiatan lain. Mapres juga di tuntut untuk memberikan suatu kontribusi lebih, yang nantinya akan bermanfaat bagi masyarakat banyak. Contohnya bisa dibuktikan dengan membuat suatu karya yaitu berupa karya tulis yang nantinya akan di presentasikan dan di wujudkan oleh si Mapres itu (itu definisi menurut ku loh). Sehingga seseorang yang memenuhi persyaratan itu layak untuk diberi sabetan #eh maksudnya sebutan “Mapres”.

Keren banget yah seandainya kamu kepilih jadi Mapres. Itu artinya kamu benar-benar berprestasi dan benar-benar teruji bener deh kualitasnya. Karena seorang Mapres itu bukanlah seorang mahasiswa yang kerjaannya kampus-kos-kantin, tapi dia yang benar-benar aktif dan berprestasi loh. Berat yah jadi mapres itu? So, jadi mapres itu bukanlah hal yang gampang, di butuhkan usaha yang sangat keras dan juga segudang prestasi untuk menunjangnya. Hayoh????

Dulu waktu semsester 1 Pernah terbesit sih di pikiranku pengen menjadi atau berjuluk sebagai Mapres, sampai-sampai seribu kegiatan di kampus aku ikuti untuk meraih impian jadi mapres. Namun sayangnya karena terlalu bersemangat di awal, endingnya malah jadi gak bagus. Karna susahnya untuk mengatur jadwal kuliah dan kegiatan akhirnya malah akademiknya keteteran alias berantakan. Padahal kan Mapres itu ditntut untuk jadi anak yang unggul dalam prestasi, misalnya di tunjukkan dengan IPK nya bagus. Hmm… ya sudahlah impian untuk jadi Mapres pun aku kubur hidup-hidup dalam suatu lahan tanah kosong tak berpenghuni (hahahaha).
Suatu hari, ada isu gemoar-gemparnya nih soal mapres. Buat angkatanku yaitu 2010 ini merupakan kesempatan Emas karna ini merupakan saatnya untuk angkatan 2010 untuk menjadi kandidat Mapres. Se-isi jurusan bahasa inggris udah pada gempar nih soal isu tersebut soal siapa yang bakalan maju jadi  mapres Jurusan bahasa inggris. Mereka udah main tebak aja siapa yang bakalan jadi Mapres jurusan. Udah kayak peramal aja mereka menebaknya (hahaha). Namun walaupun ada beberapa mahasiswa yang cukup berprestasi, mereka harus melakukan tahap selesksi dulun tingkat jurusan, nah loh kapok kan. Cukup bisa di tebak siapa yang bakalan daftar. Kalo aku sih slow down aja kayak di pantai, kan aku udah gak punya keinginan lagi.

Jumat pagi, Bunyi sms berdering hari itu ketika aku bersantai di rumah menikmati liburan. “mbak, Gak ikut seleksi Mapres? ikut yah!. Siapkan berkas dan coba buat karya tulis ilmiah. Berkas yang di kumpuln berupa sertifikat juara, di kumpulkan hari senin ya mbk.” Shock setengah mati membaca Sms singkat tapi padat itu, kenapa aku harus ikut. Padahal aku tidak punya keinginan untk mendaftarkan diri jadi mapres. Tapi entah mengapa saat ku ambi HP dan ku jawab sms itu dengan kata iya saya daftar. Nah loh, gimana ceritanya aku menerima ajakan untuk daftar jadi Mapres. Padahal karya tulis aja belum di buat, sertifikat juara pun tidak punya. Dan waktu yang tersisa hanya 3 hari. Gimana caranya semua ini bisa terwujud. Namun hati kecil ku tetap berpikir bahwa aku pasti bisa.

Berbagai tekanan antar beberapa pihak soal pengajuan naman pendaftar mapres pun bermunculan. Ketika karya tulis belum di buat namun mereka memaksa ku untuk segera menyelesaikan Karya tulis itu dengan singkat. Mulai dari ibu, Bapak, teman, kakak, tukang bubur, tukang semir tetangga (apa hubungannya yah?), sepertinya mereka memaksaku untuk segera menyelesaikan Karya tulis yang akan diajukan. Alhasil aku malah stress dan frustasi. Melihat teman-teman ku yang selangkah lebih maju itu membuat hatiku sakit dan merana. Apa iya aku harus maju ikut seleksinya? Hati ku selalu bertanya-tanya. Namun orang-orang di sekitarku yang senantiasa menyemangatiku membuat aku terus maju. Alhasil dengan waktu yang singkat aku dapat menyelesaikan karya tulisku. Walaupun tidak bagus-bagus amat namun aku cukup puas dengan karya tulis ku ini. Semua ini karna bantuan teman-teman yang berada di sampingku. Bersama-sama tidak tidur selama 2 hari untuk menyelesaikan karya tulis itu.

Perjuangan tidak sampai pada pembuatan karya tulis, namun juga presentasi yang harus disiapkan. Presentasi ini akan lebih susah karena kita akan berhadapan dengan dewan juri yang akan menilai hasil karya tulis kita. Yah akhirnya karya tulis ku di bantai habis-habisan. Teringat salah satu kata juri yang mengatakan bahwa karya tulis itu harus  membuat juri berkata “WOW” tapi sayang karya tulis ini tidak WOW. Yah yang penting kan saya sudah berusaha pak. No matter ini jelek atau bagus kan yang penting karya sendiri.
Kita berlima (ayufi, sakilah, agus, rizki, dan isti) selesai presentasi dalam rangka seleksi mapres Jurusan bahasa inggris. Aroma persainganpun tercium, tapi itu bukan dari aku, karena aku cuman jadi pesrta penggembira saja., yang penting ngumpulin karya tulis. Pengumuman pun langsung di umumkan. Dari awal kita sudah memprediksi. Siapa yang akan jadi juara, jadi tidak ada yang di kagetkan. Yang dikagetkan hanyalah aku yang tiba-tiba ikut Seleski Mapres. Pengalaman yang begitu mengesankan mempersiapkan diri untuk seleksi Mapres dan tidak tidur berhari-hari. Semua itu terbayar ketika teman ku menjadi salah satu wakil yang terpilih itu sudah cukup. Sakilah Bewafa dan Agus Widodo terpilih menjadi Mapres jurusan. Semua perjuangan ini akan menjadi suatu titik perubahan yang nantinya bisa menjadi bahan untuk mempersiapkan hal-hal yang luar biasa. 

Semua ini tidak akan sia-sia.  Terimakasih kawan atas dukungan dan bantuan yang telah di berikan. Langkahku tidak akan berhenti sampai disini. Kesempatan emas masih menunggu di depan sana. Aku akan berprestasi dengan jalanku sendiri. Meraih gelar prestasi itu pasti.

6 komentar:

  1. Ayo dek dika siapin paper dari sekarang buat mapres taun depan

    BalasHapus
  2. Ayo dek dika siapin paper dari sekarang buat mapres taun depan

    BalasHapus
  3. merinding dan terharu saat membaca tulisanmu ini, Isti.. :')

    BalasHapus
  4. Selamat yah sakilah buat gelar mapres nya. Itu bukan merupakan suatu beban kok jika kamu menikmatinya. Ada teman2 disampingmu yg siap siaga membantu. Jangan puas dengan prestasi yg kamu raih, masih banyak impian disana yg menunggu d depan mata. Bersiapla, ini belum apa2.

    BalasHapus
  5. saki,,,,, tetep semangat yaa.. ...maaf kalau kadang the way I give you advice malah.. terlalu pedes...tapi sungguh.. smua yang aku katakan adalah for your best.. hehehe... jangan cepet nyerah dong.. sedangkan aku sama isti tetep akan mndukungmu..dan kita akan segera juga berprestasi dibidang yang lain.. hehehe dan

    untuk dhika.. siap-siap taun depan yaaa.. WAJIB DAFTAR..untuk KETUA OBSESI

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saki butuh teman untuk d beri sandaran, butuh teman untuk d ajak sharing, tapi dia takut kalo ngrepotin. Hmm sebenarnya kita malah pengen bantuin saki, soalnya kita mau jadi seseorang d samping saki yg telah membuat nya sukses, tapi kita gak di beri ksempatan itu.
      yah yang penting buat saki tetap semangat yah. Kita nyusul tapi di bidang yang lain.
      Buat ayufi, di tunggu koleksi Piala nya lagi yah.
      kalo aku butuh banyak belajar dari kalian supaya bisa berprestasi.
      Kita juga harus mempersiapkan adek2 yg maju buat tahun depan. Kita jadi tim sukses mreka buat menuju ke gerbang ke suksesan.

      Hapus